JSN | BOGOR – Kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) Kabupaten Bogor kian memprihatinkan. Perusahaan yang sempat digadang-gadang sebagai tumpuan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini kini ibarat hidup segan mati tak mau.
Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi PT PPE.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati, agar segera mengambil langkah-langkah strategis dan berani agar BUMD potensial ini tidak mati sia-sia.
“Memang saat ini PT PPE telah masuk dalam proses kurator, namun hal itu bukan akhir segalanya. Selalu ada jalan untuk membenahi, selama yang ditempatkan untuk memimpin dan membenahi adalah orang-orang yang memiliki integritas dan kapasitas,” ujar Rizwan kepada awak media, Rabu (28/5/2025).
Menurut Rizwan, ada beberapa solusi konkret yang dapat diambil pemerintah daerah untuk menyelamatkan PT PPE dari kebangkrutan total.
Pertama, melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan dan aset perusahaan selama ini, agar akar masalah dapat diketahui secara transparan.
Kedua, restrukturisasi manajemen dengan melibatkan profesional dari kalangan independen, serta memastikan tidak ada lagi intervensi politik dalam tubuh perusahaan. Ketiga, membuka peluang kerja sama strategis dengan investor atau BUMN yang memiliki kepakaran di bidang energi dan pertambangan.
“Langkah-langkah penyelamatan harus bersifat menyeluruh, bukan tambal sulam. PT PPE membutuhkan revitalisasi, bukan hanya dari sisi keuangan, tapi juga struktur organisasi dan model bisnis,” jelas Rizwan.
Ia menambahkan bahwa DPRD Kabupaten Bogor juga harus ikut mengawal proses penyelamatan PT PPE agar tetap berada di rel kepentingan publik.
“Jangan biarkan potensi besar ini mati hanya karena salah urus dan lemahnya pengawasan. Ini saatnya semua pihak bersinergi untuk menyelamatkan BUMD yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tutupnya.
