JSN | BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungannya terhadap langkah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam mempercepat pelaksanaan program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPRD, Pemkab Bogor, dan berbagai pihak terkait agar program tersebut berjalan efektif dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Saya mendukung penuh langkah Bupati Rudy Susmanto. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada warga, sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sastra Winara, Kamis (25/9/2025).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan program Rutilahu dalam waktu maksimal tiga tahun, lebih cepat dari proyeksi umum yang biasanya memakan waktu lima tahun. Berdasarkan data, terdapat sekitar 14 ribu rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor yang menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, kami mengambil langkah percepatan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk memiliki hunian yang layak,” kata Rudy.
Melalui APBD Perubahan 2025, Pemkab Bogor menargetkan perbaikan sekitar 3.750 unit rumah, tersebar di 40 kecamatan dan 416 desa. Program ini dijalankan secara paralel dengan berbagai intervensi lain, termasuk sinergi bersama TNI, Polri, serta program pemerintah pusat melalui DPR RI.
“Yang dari APBD murni ada sekitar 3.750 rumah. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan TNI dan Polri untuk mempercepat pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat. Program pusat melalui DPR RI tetap terkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” jelas Rudy.
Agar program tepat sasaran, data penerima bantuan diverifikasi berlapis, mulai dari tingkat RT/RW, desa/kelurahan, hingga Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.
Rudy menambahkan, keberhasilan percepatan program ini juga sangat bergantung pada kekuatan fiskal daerah, namun ia optimistis target dapat tercapai berkat tren pendapatan daerah yang terus meningkat.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik rumah, program Rutilahu juga diintegrasikan dengan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga rumah layak huni dapat menjadi pondasi bagi kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera. (***)
