CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersiap menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang diperingati pada 3 Juni 2026 dengan mengusung tema “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”. Berbagai agenda kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tahunan tersebut yang akan berlangsung mulai 10 Mei hingga 29 Juni 2026.
Rangkaian kegiatan HJB ke-544 resmi dimulai pada Minggu, 10 Mei 2026, melalui pelepasan peserta Bogorun di Taman Budaya Sentul oleh Bupati Bogor. Pada hari yang sama, kemeriahan berlanjut dengan Festival Budaya Nusantara XVII yang digelar di Stadion Pakansari.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian publik adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui Gelar Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai 18 hingga 22 Mei 2026, di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bogor yang akan beroperasi tanpa henti untuk melayani masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui Webinar ASN Kabupaten Bogor. Di bidang pendidikan, program OB Van Teman FM Goes to School turut digelar sebagai upaya meningkatkan literasi pelajar di berbagai sekolah sepanjang Mei hingga Juni 2026.
Menjelang akhir Mei, suasana pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dipastikan semakin semarak dengan pelaksanaan HJB Run Night dan Car Free Night (CFN) Istimewa pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan atraksi seni, fire dance, barongsai, hingga peresmian operasional Skywalk Tegar Beriman. Kemeriahan berlanjut keesokan harinya melalui CFD Istimewa yang mengintegrasikan kegiatan bebas kendaraan dari berbagai kecamatan.
Puncak peringatan HJB ke-544 akan dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, pada 2 hingga 3 Juni 2026. Sejumlah agenda utama disiapkan, di antaranya Gowes Napak Tilas Bogor dengan rute Pendopo Bupati Cibinong menuju Pendopo Bupati Malasari, pertunjukan Wayang Golek, Turnamen Volly Istimewa di Lapangan Citalahab, hingga upacara pokok dan Sidang Paripurna HJB ke-544 sebagai refleksi perjalanan sejarah Kabupaten Bogor selama lebih dari lima abad.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pemkab Bogor juga menggelar agenda Ngalokat Cai pada 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut meliputi penebaran ikan endemik di Hulu Ciliwung, Telaga Saat, pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah hilir, serta aksi bersih-bersih sungai secara serentak di 40 kecamatan.
Rangkaian HJB ke-544 akan ditutup dengan Helaran HJB di Pakansari pada Minggu, 28 Juni 2026. Selanjutnya, Pembukaan Gebyar UMKM di Cibinong City Mall (CCM) akan digelar hingga awal Juli sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Berbagai kegiatan lainnya turut memeriahkan HJB tahun ini, di antaranya upacara Hari Kebangkitan Nasional, tabligh akbar dan doa bersama HJB, Melody Fest May Edition, Shalat Idul Adha, festival istimewa, pameran buku, aneka lomba kreatif, Duta Genre, festival olahraga sepatu roda, kejuaraan drumband antar pelajar se-Kabupaten Bogor, hingga nikah gratis.
Selain itu, terdapat pula agenda jalan sehat Kormi, pameran mobil listrik, festival karinding, Bogor Hujan Trail Adventure, upacara Hari Lahir Pancasila dan ziarah HJB, festival warna-warni tatar Sunda, festival olahraga tradisional, turnamen billiard ASN, BTV Semesta Berpesta 2026, Golf Tournament 2026, Pesta Bebas Berselancar (PBB), Festival Film Kabupaten Bogor, dan Pasanggiri Mojang Jajaka.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa peringatan HJB ke-544 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di Hari Jadi Bogor ke-544 ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk bergerak serempak, nyata berdampak. HJB bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat kebersamaan, menjaga budaya, membangun daerah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan HJB ke-544 menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, seniman, hingga generasi muda.
“Rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, seniman, hingga generasi muda,” ujarnya.
Menurut Rudy Susmanto, berbagai agenda yang digelar tahun ini tidak hanya bertujuan memeriahkan perayaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pariwisata, olahraga, serta pelestarian budaya Sunda.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bogor harus terus berkembang menjadi daerah yang maju, berbudaya, dan berdaya saing tanpa meninggalkan sejarah serta nilai gotong royong masyarakatnya.
“Semangat HJB ke-544 adalah semangat kebersamaan. Bogor dibangun bukan oleh satu pihak, tetapi oleh seluruh masyarakat yang memiliki cinta terhadap daerahnya,” ujar Rudy Susmanto.
(DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR/RED)
