TANGERANG — Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat, para pengurus RT dan RW 09 Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, mengikuti Pelatihan Komunikasi Krisis Menghadapi Masalah di Tingkat RT/RW yang digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Aula Kelurahan Paninggilan Utara.
Pelatihan ini menghadirkan Nabilah, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Nabilah menjelaskan bahwa komunikasi krisis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki pemimpin di tingkat paling dasar pemerintahan, seperti RT dan RW, mengingat mereka merupakan garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
Krisis sendiri dipahami sebagai situasi genting yang dapat mengancam stabilitas, reputasi, dan fungsi normal suatu lingkungan, sehingga membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Oleh sebab itu, RT dan RW dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, empatik, serta mampu membangun kepercayaan warga di tengah situasi sulit
Dalam sesi tersebut, peserta dibekali berbagai materi mulai dari pengertian komunikasi dan krisis, jenis-jenis krisis potensial di lingkungan permukiman, pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan, hingga teknik komunikasi verbal dan nonverbal. Dijelaskan pula bahwa komunikasi yang baik menjadi jembatan antara pemimpin dan warga, sekaligus kunci terciptanya suasana kondusif di tengah dinamika masyarakat
Nabilah menekankan pentingnya keterampilan mendengarkan aktif, memahami bahasa tubuh, serta kemampuan bertanya yang tepat untuk menggali akar permasalahan di lingkungan. Selain itu, peserta juga diajarkan teknik menyampaikan kritik yang konstruktif, yaitu dengan memulai dari apresiasi, menyampaikan kritik secara santun, kemudian ditutup dengan saran yang membangun
Tak hanya teori, pelatihan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, yang membahas berbagai kasus nyata di lingkungan RT/RW seperti konflik warga, perbedaan pendapat, hingga penanganan isu-isu sensitif yang berpotensi memicu keresahan sosial.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang selama ini dihadapi di lapangan, khususnya dalam menjaga harmonisasi dan stabilitas lingkungan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengurus RT dan RW 09 semakin siap dalam menghadapi situasi krisis, mampu menjadi komunikator yang andal, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga Paninggilan Utara. (***)
