oplus_18
BOGOR – Lonjakan nilai kekayaan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menjadi perhatian publik.
Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan adanya peningkatan aset dalam periode tertentu yang dinilai cukup signifikan, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Fenomena ini tidak serta-merta menjadi kesimpulan, namun dinilai perlu mendapatkan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.
Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Ketua BPI KPNPA RI Bogor, Rizwan Riswanto, menegaskan bahwa setiap peningkatan kekayaan pejabat harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Publik berhak bertanya. Ketika ada lonjakan kekayaan yang cukup signifikan, maka wajar jika masyarakat berharap ada penjelasan yang terbuka dan dapat dipahami,” ujarnya, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/4).
Ia menekankan bahwa klarifikasi yang terbuka akan menjadi langkah penting untuk menjaga integritas pejabat publik sekaligus meredam persepsi negatif.
BPI KPNPA RI Bogor mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman secara komprehensif terhadap data LHKPN, sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pencegahan.
“Kami mendorong KPK untuk memastikan setiap data yang ada benar-benar terverifikasi dengan baik. Pendalaman ini penting agar tidak ada ruang bagi keraguan publik,” kata Rizwan.
Selain itu, dorongan juga disampaikan agar dilakukan penelusuran terhadap kemungkinan keterkaitan aset dengan pihak lain, sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
Di tengah situasi ekonomi masyarakat yang penuh tantangan, isu transparansi kekayaan pejabat menjadi semakin sensitif.
Oleh karena itu, keterbukaan dan akuntabilitas dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Masyarakat tidak menuntut lebih, hanya ingin kepastian bahwa semua berjalan sesuai aturan. Transparansi adalah kunci agar kepercayaan tetap terjaga,” tutup Rizwan. (***)
