CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menggelar Kabogor Fest 2025, sebuah festival budaya dan ekonomi rakyat yang berlangsung selama 16 hari penuh. Festival ini melibatkan 500 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar kawasan Pakansari.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa Kabogor Fest 2025 bukan hanya sekadar perayaan seni dan budaya, melainkan juga ruang inklusif bagi sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Ia menegaskan, partisipasi PKL dalam festival ini merupakan upaya konkret Pemkab Bogor dalam mendorong pemerataan ekonomi.
“Dalam festival ini, Pemkab Bogor menyertakan para Pedagang Kaki Lima di sekitar Pakansari, serta menggandeng sponsor untuk menekan beban anggaran daerah,” kata Rudy Rabu, (11/6)
Rudy juga menyebut bahwa Kabogor Fest adalah bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, sekaligus strategi memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia berharap sinergi antara kebudayaan dan ekonomi bisa menjadi kekuatan besar dalam pembangunan Kabupaten Bogor.
“Targetnya bisa menghadirkan dua juta pengunjung selama 16 hari. Semoga festival ini mampu menjadi magnet wisata budaya dan ekonomi, serta membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Bogor,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menuturkan bahwa sekitar 50 persen pendanaan Kabogor Fest berasal dari sektor swasta dan sponsor. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta bisa menjadi model pendanaan berkelanjutan ke depan.
“Ini adalah festival rakyat, dari rakyat, untuk rakyat. Momentum ini harus kita jadikan semangat bersama untuk membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Rudy.
